Jakarta, 17 Oktober 2026 – Langkah tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, harus terhenti pada babak perempat final Denmark Open 2026 setelah dikalahkan wakil tuan rumah, Anders Antonsen. Bertanding di SJF Bank Arena, Odense, Denmark, Jumat (16/10/2026) malam WIB, Alwi menyerah dalam dua gim langsung dengan skor 17-21 dan 16-21. Pertandingan berlangsung selama 56 menit dengan Antonsen menunjukkan kemampuan mengendalikan tempo permainan. Meski berusaha memberikan perlawanan, Alwi kesulitan menghadapi variasi pukulan serta perubahan pola permainan lawannya. Kekalahan tersebut membuat wakil Indonesia itu gagal mengamankan tiket semifinal turnamen BWF World Tour Super 750.
Sejak awal gim pertama, Antonsen langsung memberikan tekanan melalui permainan agresif dan penempatan bola yang menyulitkan Alwi. Pebulu tangkis Indonesia tersebut sempat memberikan respons positif dengan membalikkan keadaan menjadi 5-4. Namun, Antonsen mampu mengambil alih kendali setelah mencetak enam poin secara beruntun. Alwi berusaha memperbaiki permainan dan memanfaatkan beberapa kesalahan lawan untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 13-14. Ketika persaingan mulai berlangsung ketat, Antonsen kembali meningkatkan intensitas serangannya. Pemain Denmark tersebut akhirnya mengamankan gim pembuka dengan kemenangan 21-17.
Memasuki gim kedua, Alwi kembali menghadapi tekanan besar dari Antonsen yang tampil lebih percaya diri. Pemain tuan rumah langsung membangun keunggulan 7-2 melalui permainan yang konsisten. Alwi tidak menyerah begitu saja dan berusaha mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan agresivitas serangan. Upayanya membuahkan hasil ketika ia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 9-9. Akan tetapi, Antonsen kembali menunjukkan kualitasnya dengan mengendalikan permainan dan menjauh hingga unggul 13-9. Alwi akhirnya harus mengakui kemenangan lawan dengan skor 16-21 sekaligus mengakhiri perjalanannya di Denmark Open 2026.
Seusai pertandingan, Alwi mengakui bahwa menghadapi Antonsen bukan perkara mudah karena lawannya memiliki kemampuan membaca situasi pertandingan dengan sangat baik. Ia menilai kecepatan laju kok menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi selama pertandingan. Antonsen dinilai mampu mengontrol arah dan kecepatan pukulan sehingga tidak mudah melakukan kesalahan sendiri. Kemampuan tersebut membuat Alwi kesulitan mengembangkan strategi yang telah disiapkan sebelumnya. Menurut Alwi, kualitas pemain papan atas dunia terlihat dari kemampuan mempertahankan konsistensi dalam berbagai kondisi pertandingan. Ia menganggap pengalaman menghadapi Antonsen sebagai pelajaran penting untuk meningkatkan kualitas permainannya.
Alwi juga menyoroti kemampuan Antonsen dalam melakukan perubahan taktik ketika menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan rencana awal. Pemain Denmark tersebut dinilai mampu menyesuaikan pola permainan secara cepat berdasarkan kebutuhan di lapangan. Sebaliknya, Alwi mengakui masih perlu meningkatkan fleksibilitas strategi agar tidak mudah kehilangan kendali pertandingan. Ia menyadari bahwa persaingan pada level tertinggi menuntut kemampuan membaca permainan sekaligus mengambil keputusan dalam waktu singkat. Perubahan tempo dan variasi pukulan lawan menjadi aspek yang harus diantisipasi dengan lebih baik. Evaluasi tersebut akan menjadi perhatian Alwi dalam mempersiapkan diri menghadapi turnamen berikutnya.
Salah satu kesulitan yang dialami Alwi adalah menghadapi pukulan tipuan Antonsen, terutama pada gim pertama. Pemain Denmark tersebut beberapa kali melakukan gerakan menahan pukulan sebelum mengarahkan kok ke area yang sulit dijangkau. Teknik itu membuat Alwi terlambat bereaksi dan kehilangan kesempatan untuk mengembalikan bola secara optimal. Ia mengakui bahwa pergerakan kakinya sempat terhenti ketika berusaha membaca arah pukulan lawan. Situasi tersebut menunjukkan pentingnya kemampuan antisipasi dan kecepatan reaksi dalam menghadapi pemain elite dunia. Alwi bertekad menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan pembelajaran untuk memperbaiki aspek teknis maupun taktis.
Sebelum tersingkir di perempat final, Alwi sebenarnya menunjukkan performa menjanjikan sepanjang turnamen. Pada babak 16 besar, ia berhasil mengalahkan rekan senegaranya, Jonatan Christie, melalui dua gim langsung dengan skor 21-14 dan 21-9. Kemenangan tersebut menjadi salah satu hasil penting bagi Alwi karena diraih atas pemain yang memiliki pengalaman panjang di level internasional. Namun, tantangan berbeda muncul ketika menghadapi Antonsen yang dikenal memiliki kemampuan mengatur tempo serta variasi serangan. Hasil pertandingan tersebut memperlihatkan bahwa konsistensi menjadi faktor penting untuk bersaing menghadapi pemain papan atas. Alwi menyadari masih banyak aspek yang harus dikembangkan agar mampu melangkah lebih jauh dalam turnamen besar.
Kekalahan dari Antonsen tidak membuat Alwi kehilangan motivasi untuk melanjutkan perkembangan kariernya. Ia menilai setiap pertandingan menghadirkan pengalaman berharga, terutama ketika berhadapan dengan pemain yang memiliki kualitas dan pengalaman lebih tinggi. Alwi juga menyadari bahwa perjalanan menuju level terbaik membutuhkan proses panjang serta evaluasi berkelanjutan. Sementara itu, Antonsen memastikan tempat di semifinal Denmark Open 2026 dan dijadwalkan menghadapi wakil Prancis, Christo Popov. Bagi Indonesia, harapan meraih gelar masih bertumpu pada pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang berhasil melaju ke semifinal. Alwi kini memiliki kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan pada turnamen internasional berikutnya.




