Jakarta, 11 Mei 2026 – Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapan untuk mengekspor listrik ke Singapura sebagai bagian dari pengembangan kerja sama energi di kawasan Asia Tenggara. Namun hingga saat ini, realisasi ekspor listrik tersebut masih menunggu kesepakatan harga yang dianggap adil atau “cengli” bagi kedua negara. Pemerintah menegaskan bahwa kerja sama energi lintas negara harus memberikan keuntungan ekonomi yang seimbang serta tetap menjaga kepentingan nasional dalam sektor ketenagalistrikan.
Rencana ekspor listrik ini sebagian besar berkaitan dengan pengembangan energi baru dan terbarukan, terutama listrik berbasis tenaga surya yang dinilai memiliki potensi besar di Indonesia. Sejumlah wilayah di Indonesia disebut memiliki kapasitas produksi energi hijau yang cukup besar untuk mendukung kebutuhan domestik sekaligus pasar ekspor. Singapura sendiri selama beberapa tahun terakhir aktif mencari sumber energi bersih dari negara tetangga untuk mendukung target pengurangan emisi dan transisi energi berkelanjutan.
Meski peluang kerja sama dinilai sangat menjanjikan, pemerintah Indonesia menekankan pentingnya kesepakatan harga yang realistis dan menguntungkan. Faktor investasi infrastruktur, biaya produksi, pembangunan jaringan transmisi, hingga kepastian pasokan menjadi pertimbangan utama dalam pembahasan kerja sama tersebut. Pemerintah tidak ingin ekspor listrik hanya menguntungkan pihak luar tanpa memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Indonesia sebagai negara pemasok energi.
Pengamat energi menilai kerja sama ekspor listrik ke Singapura dapat menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai pemain penting dalam sektor energi hijau di kawasan regional. Selain membuka sumber pendapatan baru, proyek tersebut juga dinilai dapat mendorong investasi energi terbarukan dan mempercepat pembangunan industri hijau di dalam negeri. Namun di sisi lain, pemerintah juga harus memastikan kebutuhan listrik nasional tetap aman dan stabil sebelum melakukan ekspor dalam skala besar.
Rencana ekspor listrik ini menunjukkan semakin besarnya peran energi hijau dalam hubungan ekonomi antarnegara di Asia Tenggara. Banyak pihak berharap negosiasi antara Indonesia dan Singapura dapat segera mencapai titik temu agar proyek kerja sama tersebut dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Dengan potensi energi terbarukan yang melimpah, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pengembangan energi bersih di kawasan sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional di masa depan.







