Jakarta, 19 Oktober 2026 – Dua pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama dan Kiandra Ramadhipa, menjadi sorotan berkat penampilan mereka dalam ajang balap motor internasional. Keduanya memiliki perjalanan karier yang menjanjikan dan sama-sama pernah tampil di FIM Moto3 Junior World Championship. Persaingan prestasi kedua pembalap tersebut menarik perhatian setelah Kiandra menyelesaikan musim 2026 dengan hasil mengesankan. Pembalap asal Sleman, Yogyakarta, itu berhasil mencatatkan kemenangan dan beberapa kali naik podium sepanjang kejuaraan. Jika dibandingkan berdasarkan hasil di Moto3 Junior, Kiandra memiliki catatan lebih baik daripada Veda yang mengikuti kompetisi serupa pada musim sebelumnya.
Kiandra Ramadhipa menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang musim Moto3 Junior 2026 bersama Honda Asia-Dream Junior Racing Team. Pembalap berusia 16 tahun tersebut berhasil mengakhiri kejuaraan dengan menempati posisi kelima klasemen akhir. Ia mengumpulkan 146 poin setelah menjalani rangkaian balapan yang berlangsung sejak awal hingga pertengahan Oktober. Sepanjang musim, Kiandra mencatatkan satu kemenangan dan empat kali finis di posisi podium. Pencapaian tersebut memperlihatkan kemampuannya bersaing dengan pembalap muda berbakat dari berbagai negara. Hasil itu sekaligus menjadi salah satu pencapaian penting bagi pembalap Indonesia dalam kompetisi pengembangan menuju kejuaraan dunia.
Penampilan Kiandra semakin mencuri perhatian ketika menjalani seri penutup di Sirkuit Misano World Marco Simoncelli, Italia, Minggu (18/10/2026). Pada balapan kedua, ia berhasil mengamankan posisi runner-up setelah terlibat persaingan ketat hingga garis finis. Kiandra hanya terpaut 0,006 detik dari pembalap yang keluar sebagai pemenang. Sebelumnya, ia juga menunjukkan kecepatan dengan meraih posisi start terdepan melalui catatan waktu kualifikasi 1 menit 41,370 detik. Keberhasilan tersebut menjadikannya pembalap Indonesia pertama yang meraih pole position di Misano pada ajang tersebut. Hasil balapan terakhir memastikan Kiandra menutup musim dengan posisi kelima klasemen sekaligus menjadi salah satu pembalap Honda paling kompetitif di kejuaraan.
Sementara itu, Veda Ega Pratama memiliki pengalaman berbeda ketika tampil dalam FIM JuniorGP musim 2025. Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, tersebut menjalani kompetisi bersama Honda dengan menghadapi persaingan yang tidak kalah ketat. Sepanjang musim, Veda mengumpulkan 70 poin dan menyelesaikan kejuaraan di posisi kesepuluh klasemen akhir. Ia belum berhasil meraih podium dalam kompetisi tersebut, meskipun beberapa kali menunjukkan kemampuan bersaing di kelompok depan. Hasil terbaiknya adalah finis keempat pada balapan pertama di Sirkuit Misano, Italia. Catatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran Veda sebelum melangkah ke jenjang balap yang lebih tinggi.
Jika membandingkan hasil kedua pembalap di Moto3 Junior, Kiandra unggul dalam beberapa indikator utama. Ia menempati posisi kelima klasemen akhir musim 2026 dengan 146 poin, sedangkan Veda berada di peringkat kesepuluh pada musim 2025 dengan 70 poin. Kiandra juga berhasil mengoleksi satu kemenangan dan empat podium, sementara Veda belum mencatatkan kemenangan maupun podium pada musim JuniorGP yang diikutinya. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa Kiandra memiliki hasil kompetisi lebih tinggi dalam kejuaraan pengembangan tersebut. Namun, perbandingan ini perlu mempertimbangkan bahwa keduanya tampil pada musim berbeda dengan kondisi persaingan yang tidak sepenuhnya sama. Karena itu, hasil Moto3 Junior tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran untuk menentukan kemampuan keseluruhan kedua pembalap.
Meski catatan Veda di Moto3 Junior berada di bawah Kiandra, perjalanan kariernya berkembang pesat melalui ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup. Pada musim 2025, Veda berhasil mengakhiri kompetisi tersebut sebagai runner-up klasemen akhir. Prestasi itu menjadi salah satu faktor penting yang membuka kesempatan baginya untuk naik ke Kejuaraan Dunia Moto3 pada musim 2026. Bersama Honda Team Asia, Veda langsung memperlihatkan kemampuannya menghadapi persaingan di tingkat dunia. Ia bahkan mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih podium dalam balapan Grand Prix Moto3 ketika finis ketiga pada seri Brasil 2026. Pencapaian tersebut membuktikan bahwa hasil di kompetisi junior tidak selalu mencerminkan batas perkembangan seorang pembalap.
Di sisi lain, Kiandra masih menghadapi tantangan untuk mengikuti jejak Veda menuju Kejuaraan Dunia Moto3. Meskipun mencatatkan hasil lebih baik di Moto3 Junior, faktor usia menjadi salah satu pertimbangan penting dalam proses promosi ke kelas dunia. Kiandra yang masih berusia 16 tahun belum memenuhi ketentuan usia umum untuk tampil di Moto3, sementara jalur pengecualian juga memiliki persyaratan prestasi tertentu. Dengan posisi kelima klasemen akhir, kesempatan promosi langsung untuk musim 2027 menjadi terbatas. Situasi tersebut membuat Kiandra perlu melanjutkan pengembangan kemampuan melalui kompetisi junior sebelum memperoleh peluang naik kelas. Pengalaman yang telah dikumpulkannya sepanjang musim 2026 dapat menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan berikutnya.
Perjalanan Veda Ega Pratama dan Kiandra Ramadhipa menunjukkan bahwa Indonesia memiliki dua pembalap muda dengan potensi besar di dunia balap motor internasional. Kiandra berhasil mencatatkan hasil lebih baik dalam perbandingan langsung prestasi Moto3 Junior, terutama dari sisi klasemen, kemenangan, dan jumlah podium. Namun, Veda telah lebih dahulu mencapai jenjang Kejuaraan Dunia Moto3 dan membuktikan kemampuannya melalui hasil podium di tingkat Grand Prix. Kedua pencapaian tersebut memiliki nilai penting karena diraih pada tahapan karier yang berbeda. Keberhasilan mereka juga memperlihatkan pentingnya pembinaan berkelanjutan, pengalaman balapan, serta kesempatan bersaing di kompetisi internasional. Dengan perkembangan yang terus ditunjukkan, Veda dan Kiandra diharapkan dapat menjadi bagian penting dari masa depan balap motor Indonesia di panggung dunia.




