Temuan AIC Soroti Pemberitaan Perubahan Iklim di Indonesia Masih Dangkal dan Kurang Mendalam
Jakarta, 20 Mei 2026 – Sebuah temuan dari lembaga riset dan pemantauan media AIC menyoroti bahwa pemberitaan mengenai perubahan iklim di Indonesia masih cenderung dangkal dan belum menyentuh akar persoalan secara mendalam. Laporan tersebut menjadi perhatian karena isu perubahan iklim kini semakin berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari cuaca ekstrem, banjir, kekeringan, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan dan lingkungan. Meski isu iklim semakin sering muncul di media, banyak pemberitaan disebut masih berfokus pada peristiwa sesaat tanpa membahas konteks ilmiah, dampak jangka panjang, maupun solusi yang lebih komprehensif. Kondisi tersebut dinilai membuat pemahaman publik terhadap krisis iklim belum berkembang secara optimal. Di tengah meningkatnya ancaman lingkungan global, kualitas pemberitaan mengenai perubahan iklim dianggap memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat.
Pengamat komunikasi lingkungan menjelaskan bahwa isu perubahan iklim sebenarnya merupakan persoalan kompleks yang membutuhkan pendekatan jurnalistik lebih mendalam dan berbasis data ilmiah. Namun dalam praktiknya, banyak media lebih fokus pada berita yang cepat menarik perhatian publik seperti banjir, gelombang panas, atau kebakaran hutan tanpa menghubungkannya dengan konteks perubahan iklim secara lebih luas. Akibatnya, masyarakat sering melihat bencana hanya sebagai peristiwa musiman biasa dan belum memahami keterkaitan dengan perubahan lingkungan global. Oleh sebab itu, penguatan kapasitas jurnalisme lingkungan dinilai sangat penting agar media mampu menghadirkan informasi yang lebih edukatif dan berimbang.
Temuan AIC juga disebut menunjukkan bahwa isu iklim masih kalah populer dibanding berita politik, hiburan, atau kriminal dalam ruang pemberitaan media nasional. Pengamat media menjelaskan bahwa perubahan iklim sering dianggap terlalu teknis dan sulit dipahami sehingga tidak selalu diprioritaskan dalam arus berita utama. Padahal dampak perubahan iklim sangat luas dan menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk kesehatan, ekonomi, pertanian, dan ketahanan pangan. Oleh sebab itu, media dinilai perlu menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari agar isu iklim lebih mudah dipahami masyarakat umum.
Di sisi lain, pengamat lingkungan menilai Indonesia termasuk negara yang cukup rentan terhadap dampak perubahan iklim karena memiliki wilayah kepulauan luas dan banyak daerah pesisir. Kenaikan suhu, cuaca ekstrem, dan perubahan pola musim disebut dapat memengaruhi kehidupan jutaan masyarakat apabila tidak diantisipasi dengan baik. Dalam konteks ini, media memiliki peran strategis untuk membantu masyarakat memahami risiko sekaligus mendorong diskusi publik mengenai solusi dan kebijakan lingkungan yang berkelanjutan.
Temuan mengenai dangkalnya pemberitaan perubahan iklim di Indonesia kini menjadi pengingat penting mengenai peran media dalam membangun kesadaran lingkungan masyarakat. Banyak pihak berharap kualitas jurnalisme lingkungan semakin diperkuat agar isu perubahan iklim tidak hanya dipahami sebagai berita musiman, tetapi sebagai tantangan besar yang memengaruhi masa depan bangsa. Pengamat komunikasi menilai media yang mampu menghadirkan pemberitaan iklim secara mendalam dan mudah dipahami akan memiliki kontribusi besar dalam membangun kesadaran publik terhadap krisis lingkungan global.







