Jakarta, 1 Oktober 2026 – Pembalap sepeda Indonesia Bernard Benyamin Van Aert menempati peringkat kesembilan pada nomor individual omnium putra balap sepeda trek Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Bertanding di Izu Velodrome, Jepang, Kamis (1/10/2026), Bernard menyelesaikan empat disiplin perlombaan dengan mengumpulkan total 88 poin. Hasil tersebut membuat wakil Merah Putih belum mampu menembus posisi tiga besar. Persaingan omnium berlangsung ketat sejak disiplin pertama hingga points race sebagai perlombaan penutup.
Bernard mengawali perjuangannya melalui scratch race dengan hasil cukup positif. Ia berhasil menyelesaikan perlombaan pada posisi keenam sehingga mendapatkan 30 poin. Raihan tersebut menjadi modal bagi Bernard untuk menghadapi tempo race sebagai disiplin berikutnya. Pada tempo race, posisinya turun ke peringkat kesembilan dan menghasilkan tambahan 24 poin sehingga total sementara menjadi 54 poin.
Performa Bernard kemudian meningkat saat memasuki elimination race. Pembalap Indonesia tersebut mampu menempati posisi keempat dan memperoleh tambahan 34 poin. Hasil itu membuat koleksinya meningkat menjadi 88 poin sebelum memasuki points race. Peluang untuk memperbaiki posisi masih terbuka karena disiplin terakhir memiliki peran penting dalam menentukan klasemen akhir omnium.
Namun, Bernard tidak mampu memperoleh tambahan poin yang cukup pada points race. Ia menyelesaikan disiplin terakhir tersebut di peringkat ke-11 sehingga totalnya tetap 88 poin. Akumulasi dari empat perlombaan kemudian menempatkannya pada posisi kesembilan klasemen akhir. Hasil ini membuat Bernard harus mengakhiri persaingan omnium putra tanpa medali.
Medali emas nomor omnium putra menjadi milik pembalap tuan rumah Kanta Umezawa. Wakil Jepang tersebut tampil konsisten dan mengumpulkan total 193 poin, termasuk 77 poin dari points race. Medali perak diraih pembalap Hong Kong Tsun Wai Chu dengan total 166 poin. Sementara pembalap China Wu Jinjie melengkapi podium setelah mengoleksi 157 poin untuk mendapatkan medali perunggu.
Sebelum turun pada nomor individual omnium, Bernard juga memperkuat Indonesia dalam nomor men’s team pursuit bersama Terry Yudha Kusuma, Julian Abi Manyu, dan Muhammad Andy Royan. Pada babak kualifikasi, Indonesia berada di peringkat ketujuh dengan catatan waktu 4 menit 14,524 detik. Tim Merah Putih kemudian kembali menempati peringkat ketujuh pada putaran pertama dengan catatan 4 menit 07,250 detik. Hasil tersebut membuat Indonesia tidak dapat melanjutkan persaingan menuju perebutan medali nomor team pursuit.
Bernard sebelumnya memiliki pengalaman tampil di berbagai kompetisi internasional, termasuk Olimpiade Paris 2024. Pada awal 2026, ia juga tampil produktif di Track Asia Cup I dengan merebut sejumlah medali emas bagi Indonesia, termasuk pada point race elite putra dan elimination race elite putra. Catatan tersebut membuat Bernard menjadi salah satu andalan Indonesia di sektor balap sepeda trek. Meski finis kesembilan pada omnium Asian Games 2026, kiprahnya di Izu tetap menjadi bagian penting dari persaingan tim balap sepeda Indonesia di Aichi-Nagoya.





