Jakarta, 28 Oktober 2026 – PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 50 persen secara tahunan hingga akhir September 2026. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, laba bersih setelah pajak mencapai Rp298,08 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp199,13 miliar. Kinerja tersebut mencerminkan pertumbuhan bisnis bank berbasis teknologi yang ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga, penyaluran kredit, dan penghimpunan dana masyarakat. Bank Jago juga berhasil memperbesar total aset serta mempertahankan kualitas pembiayaan di tengah dinamika industri perbankan nasional. Manajemen menyatakan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari strategi pertumbuhan yang mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pengembangan layanan digital. Hasil keuangan sembilan bulan pertama 2026 menjadi salah satu indikator perkembangan bisnis perseroan menjelang akhir tahun.
Asian Property News
+1
Direktur Utama Bank Jago Arief Harris mengatakan bahwa perusahaan terus menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kualitas pengelolaan risiko. Menurutnya, pertumbuhan yang sehat tidak hanya diukur berdasarkan peningkatan kredit dan jumlah nasabah, tetapi juga kemampuan bank mempertahankan fundamental keuangan. Strategi tersebut diterapkan melalui penguatan penghimpunan dana pihak ketiga serta penyaluran pembiayaan yang dilakukan secara terukur. Bank Jago juga memanfaatkan teknologi dan kerja sama dengan berbagai mitra ekosistem digital untuk memperluas jangkauan layanan. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menghadirkan produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Manajemen menilai perkembangan positif hingga September 2026 memberikan fondasi bagi kelanjutan pertumbuhan bisnis perusahaan.
kontan.co.id
Dari sisi pendapatan, Bank Jago membukukan pendapatan bunga sebesar Rp3,16 triliun hingga akhir September 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar 28 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar Rp2,47 triliun. Sementara itu, beban bunga perusahaan juga mengalami kenaikan dari Rp689,59 miliar menjadi Rp855,41 miliar seiring pertumbuhan kegiatan penghimpunan dana. Setelah memperhitungkan beban tersebut, pendapatan bunga bersih mencapai Rp2,30 triliun atau meningkat 29,6 persen secara tahunan. Pertumbuhan pendapatan bunga bersih menunjukkan adanya peningkatan kontribusi kegiatan intermediasi terhadap kinerja keuangan perusahaan. Namun, bank tetap perlu menjaga keseimbangan antara biaya dana dan pendapatan kredit agar profitabilitas dapat dipertahankan secara berkelanjutan.
Asian Property News
Peningkatan kinerja juga terlihat pada pendapatan operasional lainnya yang menunjukkan pertumbuhan sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Pendapatan lainnya naik menjadi Rp419,33 miliar dari Rp245,29 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan komisi, provisi, biaya layanan, dan administrasi meningkat menjadi Rp13,28 miliar dibandingkan Rp7,78 miliar pada September 2025. Pertumbuhan tersebut memperlihatkan kontribusi tambahan dari berbagai aktivitas layanan perbankan di luar pendapatan bunga. Meski demikian, sejumlah komponen beban operasional turut mengalami peningkatan sejalan dengan perkembangan bisnis perusahaan. Beban kerugian penurunan nilai aset keuangan naik menjadi Rp883,10 miliar, sedangkan beban tenaga kerja dan beban lainnya juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Asian Property News
Pada fungsi penyaluran pembiayaan, Bank Jago mencatatkan total kredit sebesar Rp27,9 triliun hingga akhir September 2026. Nilai tersebut meningkat 19 persen secara tahunan dibandingkan posisi September 2025 sebesar Rp23,5 triliun. Pertumbuhan kredit didukung oleh model bisnis perusahaan yang memanfaatkan kolaborasi dengan berbagai platform digital dan perusahaan pembiayaan. Kerja sama tersebut memungkinkan Bank Jago menjangkau kelompok nasabah yang lebih luas tanpa sepenuhnya mengandalkan jaringan kantor fisik. Meski terus melakukan ekspansi, perseroan mempertahankan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross pada level 0,9 persen. Rasio tersebut menunjukkan bahwa kualitas portofolio kredit tetap menjadi perhatian utama manajemen dalam menjalankan strategi pertumbuhan.
kontan.co.id
+1
Penghimpunan dana pihak ketiga juga mencatatkan perkembangan positif dengan total mencapai Rp28,9 triliun per September 2026. Jumlah tersebut meningkat 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp23,9 triliun. Dari total dana yang dihimpun, sekitar 53 persen berasal dari dana murah atau current account and savings account (CASA) dengan nilai Rp15,4 triliun. Sementara itu, deposito memberikan kontribusi sebesar 47 persen atau setara Rp13,5 triliun. Komposisi pendanaan tersebut menjadi faktor penting karena dana murah dapat membantu bank mengendalikan biaya penghimpunan dana. Bank Jago berupaya mempertahankan keseimbangan struktur pendanaan agar dapat mendukung pertumbuhan kredit sekaligus menjaga efisiensi bisnis.
kontan.co.id
Pertumbuhan bisnis Bank Jago turut mendorong peningkatan total aset perusahaan hingga mencapai Rp42,1 triliun pada akhir September 2026. Angka tersebut meningkat 22 persen secara tahunan dibandingkan Rp34,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) tercatat sebesar 27,5 persen. Rasio tersebut menunjukkan posisi permodalan yang menjadi salah satu penopang kemampuan bank dalam menghadapi risiko dan menjalankan ekspansi usaha. Sementara itu, rasio kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) berada pada level 96,60 persen, turun dibandingkan 98,21 persen pada periode sebelumnya. Perubahan rasio tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan penghimpunan dana turut membantu mendukung kebutuhan penyaluran kredit perusahaan.
Asian Property News
Dari sisi jumlah pengguna, Bank Jago melaporkan telah melayani sekitar 19 juta nasabah hingga akhir September 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13,1 juta merupakan nasabah pendanaan yang menggunakan Aplikasi Jago. Pengembangan layanan digital menjadi bagian penting dalam strategi perusahaan untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk keuangan. Bank Jago juga terus meningkatkan integrasi layanan dengan berbagai platform digital, termasuk ekosistem GoTo serta layanan investasi Bibit dan Stockbit. Melalui kerja sama tersebut, nasabah dapat mengakses kebutuhan transaksi, tabungan, dan investasi dalam ekosistem yang saling terhubung. Model bisnis berbasis teknologi ini menjadi salah satu pendekatan yang digunakan perusahaan untuk meningkatkan jangkauan layanan tanpa bergantung sepenuhnya pada ekspansi kantor cabang.
kontan.co.id
+1
Bank Jago juga mengembangkan sejumlah fitur yang bertujuan membantu nasabah mengelola keuangan secara lebih terstruktur. Salah satunya adalah fitur Kantong yang memungkinkan pengguna memisahkan dana berdasarkan kebutuhan dan tujuan keuangan. Perusahaan turut menghadirkan fitur Analisis Pengeluaran untuk membantu nasabah memahami pola pemasukan dan penggunaan uang. Selain itu, fitur Rapor Kredit dikembangkan agar pengguna dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi kredit dan kemampuan finansial sebelum mengambil keputusan pembiayaan. Integrasi portofolio investasi juga menjadi bagian dari pengembangan layanan yang dilakukan sepanjang 2026. Melalui inovasi tersebut, Bank Jago berupaya memperluas fungsi aplikasi dari layanan transaksi menjadi sarana pengelolaan keuangan yang lebih menyeluruh.
Bank Jago Tegaskan Komitmen Tumbuh Berkelanjutan
Pencapaian laba bersih Rp298,08 miliar hingga September 2026 menjadi perkembangan positif bagi Bank Jago dalam mempertahankan pertumbuhan bisnis perbankan digital. Peningkatan pendapatan bunga, ekspansi kredit, dan pertumbuhan dana pihak ketiga menjadi faktor utama yang mendukung kinerja perusahaan. Di sisi lain, kenaikan sejumlah beban operasional dan pencadangan kerugian menunjukkan bahwa pengelolaan biaya serta risiko tetap menjadi tantangan yang perlu diperhatikan. Manajemen menegaskan komitmennya untuk melanjutkan inovasi layanan, memperkuat kolaborasi dengan mitra strategis, dan menjaga kualitas penyaluran pembiayaan. Dengan total aset mencapai Rp42,1 triliun dan rasio kecukupan modal sebesar 27,5 persen, Bank Jago memiliki landasan permodalan untuk mendukung pengembangan bisnis berikutnya. Perusahaan berharap strategi pertumbuhan yang terukur dapat mempertahankan profitabilitas sekaligus memperluas akses layanan keuangan digital bagi masyarakat Indonesia.





