Nagekeo, 26 Agustus 2026 – Presiden Prabowo Subianto menciptakan momen hangat saat mengunjungi posko pengungsian korban gempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 26 Agustus 2026. Di tengah agenda meninjau penanganan bencana, Prabowo menyempatkan diri menyapa dan berbincang dengan sejumlah anak yang berada di lokasi pengungsian. Suasana yang semula serius berubah menjadi lebih ceria ketika anak-anak tersebut tampak antusias bertemu langsung dengan Presiden. Prabowo bahkan sempat bercanda dengan mereka dan menanyakan bagaimana mereka bisa mengenal dirinya. Momen tersebut menjadi salah satu bagian menarik dalam kunjungan Prabowo ke NTT setelah memimpin rapat koordinasi penanganan gempa.
Ketika berbincang dengan anak-anak, Prabowo tampak tersenyum melihat antusiasme mereka. Salah seorang anak kemudian mengucapkan “Oke gas” sambil menyalami Presiden. Anak lainnya juga meminta Prabowo untuk bergoyang. Mendengar ucapan tersebut, Prabowo langsung tertawa dan menanggapi dengan candaan. “Yang dia ingat oke gas,” ujar Prabowo. Pernyataan itu disampaikan sambil tersenyum melihat anak-anak yang tetap ceria meski sedang berada di tengah situasi sulit akibat gempa. Momen sederhana tersebut memperlihatkan interaksi spontan antara Presiden dan anak-anak korban bencana.
Ungkapan “Oke Gas” sendiri sudah cukup dikenal masyarakat karena pernah digunakan sebagai bagian dari lagu kampanye Prabowo-Gibran pada Pemilu 2024. Lagu tersebut dipopulerkan oleh Richard Jersey dan kemudian diaransemen menjadi “Oke Gas Prabowo Gibran”. Popularitas lagu tersebut membuat frasa “Oke Gas” melekat dengan Prabowo dan menjadi salah satu ungkapan yang mudah dikenali oleh masyarakat. Dalam kunjungan ke posko pengungsian NTT, frasa tersebut kembali muncul secara spontan dari seorang anak yang tengah berbicara dengan Presiden.
Kunjungan Prabowo ke posko pengungsian dilakukan setelah Presiden memimpin rapat koordinasi mengenai penanganan dampak gempa di Markas Batalyon Teritorial Pembangunan Yon TP 834/Wakanga Mere, Nagekeo. Setelah rapat selesai, Prabowo menggunakan mobil kepresidenan Maung Garuda menuju lokasi pengungsian. Sepanjang perjalanan, masyarakat terlihat berdiri di tepi jalan untuk menyambut kedatangan Presiden. Prabowo juga sempat menyapa warga dari bagian atas kendaraan melalui sunroof sebelum melanjutkan perjalanan menuju posko.
Sesampainya di lokasi pengungsian, Prabowo menerima laporan mengenai kondisi warga dari Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto. Presiden kemudian melihat secara langsung berbagai fasilitas yang tersedia bagi masyarakat terdampak gempa. Selain berinteraksi dengan anak-anak, Prabowo mengecek dapur umum dan menyapa warga yang berada di sekitar lokasi. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat. Pemerintah juga terus melakukan evaluasi terhadap kondisi pengungsian karena sebagian warga masih memilih bertahan di lokasi aman akibat kekhawatiran terhadap gempa susulan.
Dalam rapat sebelumnya, pemerintah mendapatkan laporan bahwa gempa telah berdampak terhadap sejumlah kabupaten di NTT. Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa sejak gempa utama pada 15 Agustus 2026, tercatat ribuan aktivitas gempa terjadi di wilayah tersebut. Data yang disampaikan dalam rapat menunjukkan terdapat 7.259 kali gempa hingga Rabu siang. Meskipun gempa susulan masih terjadi, pemerintah menyebut tidak ada lagi gempa dengan kekuatan sebesar gempa utama. Namun, sejumlah gempa susulan masih dirasakan masyarakat sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.
Kondisi tersebut membuat pemerintah harus memperhatikan kebutuhan warga tidak hanya dari sisi logistik, tetapi juga kondisi psikologis. Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang membutuhkan perhatian khusus karena mereka harus menghadapi perubahan lingkungan secara tiba-tiba dan tinggal di posko pengungsian setelah bencana. Interaksi ringan seperti bercanda bersama Presiden dapat memberikan suasana berbeda bagi anak-anak yang sedang berada dalam kondisi penuh tekanan. Momen ketika mereka tertawa dan berbicara dengan Prabowo menjadi gambaran bahwa aktivitas sederhana tetap dapat memberikan keceriaan di tengah situasi darurat.
Selain menyapa anak-anak, Prabowo juga memastikan penanganan masyarakat terus berjalan. Pemerintah pusat telah mengerahkan berbagai unsur untuk mendukung pemerintah daerah, mulai dari BNPB, TNI, Polri, tenaga kesehatan, hingga relawan. Bantuan kebutuhan dasar terus disalurkan ke wilayah terdampak, sementara proses pendataan kerusakan dilakukan untuk mempersiapkan tahapan pemulihan. Pemerintah juga harus mempertimbangkan kondisi kegempaan sebelum melakukan pembangunan kembali rumah dan fasilitas publik secara permanen agar warga tidak ditempatkan kembali di kawasan yang memiliki risiko tinggi.
Kehadiran Prabowo di posko pengungsian sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat langsung bagaimana masyarakat menjalani kehidupan setelah gempa. Di tengah suasana tersebut, interaksi dengan anak-anak menjadi salah satu momen yang menarik perhatian. Prabowo yang sebelumnya menjalani agenda rapat dengan pejabat dan aparat kemudian terlihat lebih santai ketika berbicara dengan anak-anak. Respons spontan mereka terhadap Presiden menunjukkan bahwa meski berada di tengah kondisi bencana, anak-anak masih berusaha mempertahankan keceriaan dan bermain seperti biasa.
Momen “Oke Gas” tersebut kemudian menjadi bagian kecil dari rangkaian kunjungan Presiden ke NTT. Di balik candaan itu, Prabowo tetap menjalankan agenda utama untuk memastikan penanganan korban gempa berjalan dengan baik. Pemerintah masih menghadapi pekerjaan besar dalam memenuhi kebutuhan pengungsi, memperbaiki fasilitas yang rusak, serta mempersiapkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Kunjungan langsung Presiden diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi masyarakat sekaligus memastikan jajaran pemerintah terus bekerja memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Kunjungan Prabowo ke Nagekeo akhirnya tidak hanya diwarnai rapat dan pembahasan mengenai penanganan bencana. Interaksi spontan dengan anak-anak pengungsi menghadirkan suasana hangat di tengah kondisi yang masih penuh keprihatinan. Ketika seorang anak mengatakan “Oke gas”, Prabowo justru menanggapinya dengan tawa dan candaan. Momen tersebut memperlihatkan sisi humanis Presiden saat bertemu langsung dengan masyarakat terdampak gempa, sekaligus menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap korban bencana juga mencakup kebutuhan psikologis dan keceriaan anak-anak yang sedang menjalani masa sulit.




