Jakarta, 19 September 2026 – Trisakti Peduli mendorong percepatan pemulihan ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah terdampak bencana melalui program pemberdayaan dan penguatan usaha produktif. Pendekatan tersebut dilakukan agar penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga membantu warga kembali memperoleh penghasilan. Masyarakat yang kehilangan tempat usaha, peralatan maupun sumber pendapatan menjadi kelompok yang mendapat perhatian dalam program pemulihan. Bantuan diarahkan untuk mendukung keberlanjutan usaha mikro, kecil dan menengah yang menjadi penopang ekonomi keluarga. Pemulihan sektor ekonomi dinilai penting setelah fase tanggap darurat berakhir. Dengan aktivitas usaha yang kembali berjalan, masyarakat diharapkan dapat membangun kemandirian secara bertahap.
Program Trisakti Peduli mencakup pendampingan terhadap warga yang ingin mengaktifkan kembali usaha setelah terdampak bencana. Dukungan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah. Pelaku UMKM dapat membutuhkan peralatan produksi, bahan baku maupun pendampingan untuk kembali memasarkan produknya. Kerusakan infrastruktur dan berkurangnya daya beli masyarakat sering menjadi tantangan tambahan setelah bencana. Karena itu, pemulihan usaha membutuhkan strategi yang tidak hanya mengandalkan bantuan sesaat. Pendampingan berkelanjutan diharapkan membantu pelaku usaha membangun kembali kegiatan ekonomi secara lebih stabil.
Selain membantu kegiatan usaha, program pemulihan juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya yang tersedia. Warga didorong mengembangkan usaha berdasarkan potensi lokal agar kegiatan ekonomi dapat bertahan dalam jangka panjang. Produk pangan, kerajinan, perdagangan kecil dan sektor jasa menjadi beberapa bidang yang dapat kembali digerakkan setelah kondisi wilayah memungkinkan. Penguatan jaringan pemasaran turut diperlukan karena akses pasar sering terganggu akibat bencana. Pemanfaatan platform digital dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperluas pemasaran produk masyarakat. Namun, pendampingan tetap diperlukan agar teknologi tersebut dapat digunakan secara efektif oleh pelaku usaha.
Trisakti Peduli juga menempatkan kolaborasi sebagai bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana. Perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas dan masyarakat dapat mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing. Kalangan akademisi dapat membantu melalui kajian kebutuhan, pelatihan hingga pendampingan manajemen usaha. Sementara dunia usaha dapat membuka akses terhadap jaringan pemasaran maupun dukungan peralatan produktif. Pemerintah daerah memiliki peran dalam memastikan program pemulihan sejalan dengan kebutuhan pembangunan wilayah terdampak. Kerja sama tersebut diharapkan membuat bantuan yang diberikan lebih tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
Pemulihan ekonomi menjadi salah satu tahapan penting karena dampak bencana sering berlangsung lebih lama dibandingkan masa tanggap darurat. Banyak keluarga dapat kehilangan pendapatan meskipun kebutuhan pangan dan tempat tinggal sementara telah terpenuhi. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kerentanan ekonomi apabila masyarakat tidak segera memperoleh kesempatan untuk kembali bekerja. Program pemberdayaan karena itu diarahkan untuk menciptakan sumber penghasilan yang dapat bertahan setelah bantuan darurat berakhir. Pendekatan berbasis kebutuhan lokal juga membantu masyarakat menentukan jenis usaha yang paling memungkinkan untuk dikembangkan. Dengan demikian, warga tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi turut terlibat dalam proses pemulihan wilayahnya.
Trisakti Peduli berharap program yang dijalankan dapat mempercepat kembalinya aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat menghadapi kondisi darurat pada masa mendatang. Pendampingan terhadap pelaku usaha akan menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan produktif benar-benar memberikan dampak. Evaluasi juga diperlukan untuk mengetahui perkembangan usaha dan hambatan yang masih dihadapi warga setelah program berjalan. Pemulihan ekonomi yang kuat dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan secara mandiri serta mengurangi ketergantungan terhadap bantuan. Kolaborasi berbagai pihak diharapkan terus berlangsung hingga masyarakat mampu kembali menjalankan aktivitas ekonomi secara normal. Upaya tersebut menjadi bagian dari proses membangun kembali kehidupan warga setelah terdampak bencana.






