Damaskus, 20 September 2026 – Sebanyak 11 tentara Suriah tewas akibat ledakan yang terjadi di sebuah lokasi militer di Provinsi Deir ez-Zor, wilayah timur Suriah. Ledakan terjadi pada Jumat (18/9/2026) di posisi militer yang berada di kawasan Ayyash, sebelah barat Kota Deir ez-Zor. Lokasi tersebut diketahui memiliki tempat penyimpanan senjata dan amunisi militer. Otoritas Suriah belum mengumumkan penyebab pasti ledakan tersebut. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui rangkaian kejadian yang menyebabkan insiden mematikan itu.
Kementerian Pertahanan Suriah sebelumnya hanya mengonfirmasi terjadinya ledakan tanpa langsung mengumumkan jumlah korban. Tim ambulans, pertahanan sipil, serta petugas penyelamat kemudian dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Area sekitar fasilitas militer juga diamankan agar petugas dapat melakukan pencarian dan pemeriksaan. Jumlah korban baru diumumkan setelah proses evakuasi berlangsung. Sebelas personel militer akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat insiden tersebut.
Selain korban meninggal, sejumlah personel dilaporkan mengalami luka akibat ledakan. Pemerintah Provinsi Deir ez-Zor menyebut sembilan tentara terluka, sementara laporan lain menyebut jumlah korban luka mencapai 10 orang. Perbedaan angka tersebut muncul selama proses pencarian dan pembaruan data korban masih berlangsung. Para korban mendapatkan penanganan setelah dievakuasi dari kawasan militer. Otoritas belum memberikan rincian lebih jauh mengenai kondisi terbaru mereka.
Prosesi pemakaman bagi 11 tentara yang meninggal kemudian digelar pada Sabtu (19/9/2026). Jenazah dibawa dalam prosesi yang dimulai dari Rumah Sakit Nasional Deir ez-Zor dengan dihadiri personel militer, keluarga korban, serta sejumlah pejabat. Dokumentasi prosesi memperlihatkan jenazah para tentara dibungkus dengan bendera Suriah sebelum dibawa menuju tempat pemakaman masing-masing. Upacara tersebut digelar sehari setelah ledakan terjadi. Pemerintah Suriah menyampaikan bahwa seluruh korban merupakan personel Kementerian Pertahanan.
Informasi awal menyebut ledakan terjadi di area penyimpanan amunisi di dalam posisi militer Ayyash. Para tentara dilaporkan sedang menangani atau memindahkan amunisi berat ketika insiden terjadi. Namun, keterangan tersebut belum menjelaskan apa yang secara langsung memicu ledakan. Pemerintah juga belum menyatakan adanya serangan dari pihak luar sebagai penyebab kejadian. Karena itu, penyelidikan tetap menjadi dasar untuk menentukan apakah ledakan dipicu kecelakaan, masalah teknis, atau faktor lainnya.
Insiden di Deir ez-Zor menjadi ledakan mematikan kedua di fasilitas militer Suriah dalam waktu kurang dari dua pekan. Pada 9 September, ledakan terjadi di fasilitas penyimpanan sementara senjata dan sisa-sisa perang di dekat Sarmada, Provinsi Idlib. Insiden tersebut menewaskan 14 personel Kementerian Pertahanan dan menyebabkan lebih dari 10 orang lainnya terluka, termasuk warga sipil. Suriah masih menghadapi persoalan besar terkait banyaknya senjata, amunisi, serta bahan peledak yang tersisa setelah konflik berkepanjangan. Kondisi tersebut membuat pengamanan dan pemindahan amunisi menjadi pekerjaan berisiko tinggi.
Pemerintah Suriah kini melanjutkan pemeriksaan terhadap lokasi ledakan Ayyash untuk mengetahui penyebab sekaligus mengevaluasi keamanan fasilitas penyimpanan amunisi. Belum ada pihak yang dinyatakan bertanggung jawab atas insiden tersebut karena penyebab ledakan belum diketahui. Aparat juga belum mengumumkan hasil pemeriksaan teknis terhadap tempat penyimpanan senjata yang terdampak. Kejelasan mengenai penyebab ledakan diharapkan diperoleh setelah investigasi selesai dilakukan. Untuk sementara, jumlah korban resmi yang diumumkan tetap 11 tentara meninggal dunia akibat ledakan di lokasi militer Deir ez-Zor.




