Jakarta, 26 September 2026 –
Luke Vickery menjalani debut mengesankan bersama Timnas Indonesia ketika Garuda mengalahkan Singapura 2-0 pada pertandingan pertama Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat, 25 September 2026. Pemain berusia 20 tahun tersebut langsung dipercaya John Herdman tampil sebagai starter di sektor sayap kanan. Kepercayaan itu dibayar dengan kontribusi nyata setelah Vickery menciptakan assist untuk gol pembuka Ragnar Oratmangoen. Indonesia kemudian memastikan kemenangan melalui penalti Ole Romeny pada babak kedua.
Kontribusi Vickery muncul ketika pertandingan baru berjalan 13 menit. Mendapatkan ruang di sisi kanan, pemain Macarthur tersebut melepaskan diri sebelum mengirimkan umpan mendatar ke area berbahaya. Ragnar yang bergerak masuk mampu menyambut bola dan menuntaskannya menjadi gol pertama Indonesia. Selain menghasilkan assist, Vickery beberapa kali mencoba mengeksploitasi sisi kanan melalui kecepatan, penetrasi, dan pengiriman bola ke kotak penalti. Ia akhirnya bermain selama 78 menit sebelum digantikan Rizky Ridho.
Vickery mengaku bangga akhirnya mendapatkan kesempatan mengenakan seragam Timnas Indonesia dalam pertandingan internasional. Debut tersebut memang telah lama dinantikannya setelah resmi menjadi warga negara Indonesia pada Juli 2026. Pemain yang berkarier di Australia itu sebelumnya pernah memperkuat Australia pada level kelompok umur sebelum kemudian memilih melanjutkan perjalanan internasionalnya bersama Indonesia. Assist dalam pertandingan pertamanya membuat proses adaptasinya bersama Garuda mendapatkan awal positif. Terlebih, kontribusi tersebut membantu Indonesia memperoleh tiga poin penting pada pertandingan pembuka.
Meski debutnya berjalan baik, Vickery tidak ingin cepat merasa puas. Fokusnya kini langsung diarahkan kepada pertandingan kedua menghadapi Malaysia di SUGBK, Senin, 28 September 2026 pukul 19.30 WIB. Ia menegaskan masih ada bagian dari permainannya yang perlu ditingkatkan, baik secara individu maupun dalam kerja sama tim. Vickery juga bertekad memberikan kontribusi lebih besar ketika kembali mendapatkan kesempatan. Sikap tersebut menjadi penting karena Malaysia diperkirakan memberikan tantangan berbeda dibandingkan Singapura.
Pertandingan menghadapi Malaysia memiliki arti besar dalam persaingan Grup A karena kedua kesebelasan sama-sama mengoleksi tiga poin. Malaysia memulai turnamen dengan kemenangan 3-0 atas Bangladesh sehingga sementara berada di atas Indonesia berdasarkan selisih gol. Garuda berada di posisi kedua setelah kemenangan dua gol tanpa balas atas Singapura. Dengan kondisi tersebut, pertemuan di Jakarta akan mempertemukan dua tim teratas grup sekaligus menjadi kesempatan bagi Indonesia mengambil posisi lebih menguntungkan dalam persaingan menuju fase berikutnya.
John Herdman sendiri menilai kemenangan atas Singapura menunjukkan kemampuan para pemain Indonesia melewati berbagai situasi sulit sepanjang pertandingan. Sang pelatih mengakui ada periode ketika permainan berjalan baik, tetapi terdapat pula momen saat kelelahan, jet lag, dan proses adaptasi memengaruhi penampilan sejumlah pemain. Indonesia tetap mampu mempertahankan keunggulan dan kembali mencatatkan clean sheet. Kehadiran Vickery memberikan opsi tambahan bagi Herdman, terutama untuk meningkatkan kecepatan dan variasi serangan dari sisi kanan. Persaingan mendapatkan tempat utama pun semakin terbuka menjelang pertandingan kontra Malaysia.
Debut Vickery pada akhirnya memberikan lebih dari sekadar catatan penampilan pertama bersama Garuda. Satu assist dan keterlibatannya dalam sejumlah serangan menunjukkan bahwa ia dapat menjadi pilihan baru bagi Indonesia sepanjang FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, pemain berusia 20 tahun tersebut menyadari satu pertandingan belum cukup untuk membuktikan konsistensinya di level internasional. Duel melawan Malaysia akan menjadi ujian berikutnya sekaligus kesempatan untuk memenuhi janjinya memberikan kontribusi lebih besar. Setelah membantu membuka jalan kemenangan atas Singapura, Vickery kini membidik penampilan yang lebih baik ketika Indonesia menghadapi salah satu rival terkuatnya di Grup A.





