Jakarta, 31 Agustus 2026 – Presiden Prabowo Subianto masih menempati posisi teratas dalam peta elektabilitas calon presiden berdasarkan survei terbaru Media Survei Nasional (Median). Dalam survei yang dirilis pada Senin (31/8/2026), Prabowo juga memperoleh tingkat kepuasan publik yang cukup tinggi bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sebanyak 56,2 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, sementara 36 persen menyatakan tidak puas dan 7,8 persen lainnya tidak tahu atau tidak menjawab. Temuan tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden masih memberikan penilaian positif terhadap kinerja pemerintahan.
Survei Median dilakukan pada 21 Juli hingga 2 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.212 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling secara proporsional berdasarkan populasi provinsi dan gender. Responden merupakan warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dan diwawancarai secara tatap muka. Survei tersebut memiliki margin of error sekitar 2,76 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pengambilan data dilakukan di seluruh 38 provinsi sehingga hasilnya menggambarkan persepsi publik secara nasional. Median juga melakukan pengendalian kualitas terhadap sebagian sampel untuk memastikan proses pengumpulan data berjalan sesuai metode yang telah ditetapkan.
Dari tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, sebanyak 15 persen responden menyatakan sangat puas dan 41,2 persen menyatakan cukup puas. Sebaliknya, 12 persen mengaku tidak puas dan 24 persen menyatakan kurang puas. Angka tersebut menunjukkan terdapat selisih 20,2 poin persentase antara kelompok yang puas dan kelompok yang tidak puas. Sementara itu, sebagian responden lainnya belum memberikan penilaian karena memilih tidak tahu atau tidak menjawab. Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa meskipun terdapat kritik terhadap pemerintah, kelompok yang memberikan penilaian positif masih menjadi mayoritas dalam survei Median.
Program Makan Bergizi Gratis atau MBG menjadi salah satu faktor utama yang disebut responden ketika menjelaskan alasan kepuasan mereka terhadap pemerintahan saat ini. Sebanyak 11,1 persen responden menilai MBG memberikan manfaat, sementara 9,2 persen lainnya menilai program pemerintah mulai berjalan dan manfaatnya mulai dirasakan. Alasan lain yang muncul antara lain penilaian terhadap upaya pemberantasan korupsi sebesar 4 persen, dukungan terhadap petani sebesar 3,1 persen, serta bantuan kepada masyarakat miskin sebesar 3 persen. Temuan tersebut menunjukkan bahwa program yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk persepsi publik terhadap kinerja pemerintah.
Dalam simulasi elektabilitas, Prabowo juga menunjukkan posisi yang kuat dibandingkan sejumlah tokoh nasional lainnya. Pada pertanyaan terbuka, Prabowo memperoleh elektabilitas sebesar 32,2 persen. Dedi Mulyadi berada di posisi kedua dengan 19,8 persen, sedangkan Anies Baswedan menyusul sangat dekat dengan 19,5 persen. Selisih antara Dedi dan Anies hanya 0,3 poin persentase sehingga persaingan di posisi berikutnya masih sangat ketat. Sementara Prabowo memiliki jarak yang cukup besar dengan dua nama tersebut, menunjukkan bahwa dalam simulasi terbuka ia masih menjadi figur yang paling banyak disebut responden.
Posisi Prabowo tersebut melanjutkan kecenderungan yang terlihat dalam sejumlah survei Median sebelumnya. Pada survei Median Februari 2026, Prabowo juga berada di peringkat pertama dalam elektabilitas calon presiden dengan angka 29 persen, diikuti Anies Baswedan sebesar 20,6 persen dan Dedi Mulyadi sebesar 17 persen. Hasil terbaru menunjukkan angka Prabowo dalam simulasi terbuka meningkat menjadi 32,2 persen, meskipun metode dan periode pengambilan data setiap survei perlu diperhatikan ketika membandingkan hasilnya. Dengan demikian, posisi Prabowo sebagai tokoh dengan elektabilitas tertinggi dalam survei Median tetap terlihat konsisten sepanjang periode pengukuran.
Meski demikian, hasil survei tidak berarti seluruh masyarakat memberikan penilaian positif terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Sebanyak 36 persen responden masih menyatakan tidak puas terhadap kinerja pemerintah, sementara 7,8 persen belum menentukan penilaian. Angka tersebut menunjukkan masih terdapat kelompok masyarakat yang menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan ekonomi dan sosial yang dirasakan masyarakat. Pemerintah perlu menjaga agar program prioritas benar-benar memberikan manfaat yang merata serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai daerah. Persepsi publik terhadap kinerja pemerintahan juga dapat berubah seiring perkembangan kebijakan dan kondisi sosial ekonomi.
Hasil survei Median tersebut memberikan gambaran bahwa Prabowo masih memiliki posisi politik yang kuat di tengah dinamika elektabilitas tokoh nasional. Tingkat kepuasan sebesar 56,2 persen menunjukkan mayoritas responden memberikan penilaian positif terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, sedangkan posisi 32,2 persen dalam simulasi terbuka menempatkan Prabowo sebagai tokoh dengan elektabilitas tertinggi. Namun, persaingan menuju kontestasi politik berikutnya masih sangat dinamis karena survei hanya mencerminkan kondisi opini publik pada saat pengambilan data. Ke depan, kemampuan pemerintah mempertahankan kepercayaan publik akan sangat bergantung pada pelaksanaan program prioritas dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Dengan posisi tersebut, Prabowo untuk sementara masih menjadi figur yang paling kuat dalam peta elektabilitas versi survei Median.





